May Day is not a Holiday

May Dayย atau Hari Buruh Internasional yang diperingati pada tanggal 1 Mei setiap tahunnya, menjadi momentum dan ajang bagi para pekerja dan buruh untuk menyampaikan tuntutannya. Terutama dari segi upah dan kebijakan perusahaan yang dinilai tidak berpihak kepada para pekerja, yang mayoritas berasal dari kalangan menengah ke bawah.

Kata “buruh” menurut laman wikipedia adalah manusia yang menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan berupa pendapatan, baik berupa uang, maupun bentuk lainnya kepada Pemberi Kerja atau pengusaha atau majikan.

Istilah “buruh” memang terkesan menunjukkan konotasi negatif, yakni menganggap sebagai pegawai rendahan (tingkatannya), kasar, atau bahkan hina. Sedangkan tenaga kerja dan karyawan atau pegawai, dinilai sebagai pekerja atau buruh dengan tingkat yang lebih tinggi, terutama yang memakai otak dalam pekerjaannya, bukan otot dan tenaga.

Lagi-lagi, itu menurut wikipedia.

IMG20170422094407
Kopi dan Perekam

Saya pribadi menilai, mau dikatakan buruh atau karyawan, intinya kedua sebutan itu adalah pekerja, secara umum. Yang membedakan hanya profesi yang dijalani, yang tentu saja punya segudang perbedaan, tugas dan kewajiban, juga pembayaran upah yang berbeda. Termasuk risiko yang ditanggung Si Pekerja yang bersangkutan.

Menjadi buruh pabrik susu bayi, misalnya. Seperti yang digeluti salah seorang teman saya yang tinggal dan bekerja di Tangerang. Dengan pendidikan terakhir STM dan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, dia bekerja bertahun-tahun di pabrik yang tergolong besar itu, dengan gaji yang menurut penuturannya harus diperjuangkan agar dapat mencukupi kebutuhan tiap bulan. Setiap tahun, dia yang tergabung dalam serikat pekerja setempat juga turun aksi, untuk memperjuangkan kelayakan upah dari perusahaan, melalui bantuan dari pemerintah yang berwenang menerbitkan peraturan, yang diharapkan berpihak pada mereka.

Kondisi itu saya bandingkan dengan keadaan sendiri, juga rekan-rekan seprofesi, meskipun di media yang beragam. Televisi, radio, cetak dan online, semua juga punya jam kerja yang sebenarnya tak terbatas. Namun untungnya, beberapa dari kami bernaung di bawah bendera media berjaringan, yang dapat dikatakan berstatus lebih beruntung daripada rekan lain yang seringkali terlambat digaji atau belum punya status jelas di kantornya. Risiko kerja tak ada bedanya. Meskipun Indonesia, khususnya daerah kami di Kalimantan Selatan bukan daerah konflik, terkadang tugas juga mengharuskan kami menempuh medan yang cukup sulit dilalui, belum lagi waktu untuk keluarga yang tak dapat maksimal. Continue reading “May Day is not a Holiday”

Sayang, Aku Pergi

Karena perbedaan yang kita miliki bukan tentang jarak yang masih dapat dipangkas. Bukan tentang rentang masa hidup yang terpaut beberapa tahun. Bukan tentang pilihan pekerjaan yang jauh berbeda. Tapi tentang sesuatu yang tak dapat kita manipulasi, atau bahkan batalkan hanya karena rasa sayang.

Menjadi milikmu selama beberapa tahun belakangan, rasanya sudah mencukupi seluruh kehidupan, juga impian. Aku bahagia, titik. Segala rasa cinta dan sayang, perhatian kecil dan seringkali di luar kebiasaan. Semuanya sempurna. Kecuali satu hal, yang membuat langkah kita tak akan pernah sama. Sampai kapanpun.

IMG20170109125808

Kita tak pernah sadar, apa yang kita miliki mungkin adalah hak orang lain yang lebih berhak. Atau mungkin, kita menyadari namun tak ingin keluar dari dunia kecil yang kita ciptakan sendiri?

Mengapa aku tak pergi dari sisimu? Bahkan setelah semua kenyataan yang disembunyikan, setelah semua hal yang seharusnya jadi pemberat hubungan yang kita jalani selama bertahun-tahun ini. Bukankah seharusnya aku pergi? Atau paling tidak, mengakhiri semua yang pernah kita miliki, bahkan mungkin memintamu memilih?

Ah, aku sadar, siapa aku ini. Aku hanya wanita yang katamu kau cintai, juga sayangi. Salah satu. Karena sebenarnya cinta dan sayangmu sudah diberikan kepada dia yang berhak. Yang seharusnya kulakukan adalah berhenti membersamaimu.

Continue reading “Sayang, Aku Pergi”

Kopi Dingin Tengah Hari

IMG20170417131138
Hazelnut Latte – Office Coffee Banjarmasin

Kopi pilihan saya siang ini cukup anti-mainstream, karena melenceng dari kebiasaan ngopi yang sudah terpakemkan secara otomatis, baik tiap mesan kopi di Coffee Shop atau saat menyeduh kopi sendiri di rumah. Pilihan siang hari panas terik kali ini adalah Hazelnut Latte, kopi berperasa kacang Hazel dan susu cair, plus tambahan es batu beberapa biji, karena pesannya yang dingin. Agak menyimpang dari kebiasaan ngopi hitam di manapun saya berkunjung (dari satu kafe ke kafe lainnya, maksud saya ๐Ÿ˜…).

Sebenarnya lebih ke alasan pribadi sih. Sedang ingin ngopi, tapi maunya yang lebih ringan, dan ada manis-manisnya gitu, seperti mas-mas ganteng langganan nasi di warung emak ๐Ÿ˜‚. Bercanda. Jangan diseriusin. Tapi memang, hasrat pengen ngopi kali ini bukan 100% karena ingin ngopi, lebih karena pengen ‘menenangkan diri’, lelah hati kalau kata adek saya yang centil tapi sangar itu. Continue reading “Kopi Dingin Tengah Hari”

Jangan Jadi Penjajah bagi Makhluk Hidup Lain!

Barusan saya cek di Line Today dan beberapa akun di timeline Instagram, heboh temuan lubang (atau sarang?) ular sawa alias phyton di kawasan Teluk Selong Ulu – Martapura. Penasaran, saya baca artikelnya di Line sampai selesai, di Instagram saya tonton video berdurasi hampir 1 menit ketika orang-orang sedang mencoba keluarkan ular (yang ternyata ada dua ekor). Akhirnya sadar, “lho, kan ini lokasinya di sawah,” yang lokasi lubangnya agak ke pinggir jalan. Bukan di pemukiman padat penduduk.

Foto : dokumentasi pribadi – ular temuan di area kantor beberapa hari yang lalu (sengaja dimasukkan kandang, sampai petugas gedung dapat induknya)

Yang disayangkan, kenapa justru dipaksa dikeluarkan ular-ularnya? Lalu kalau berhasil dikeluarkan, mau diapakan? Diserahkan ke kebun binatang? Di lepas ke hutan? Atau bahkan dimatikan?

Jangan lupa, ular sawa juga bagian dari ekosistem, sebagai penyeimbang. Terutama di area sawah, yang biasanya berhama tikus. Trus, kalau ularnya dipaksa “pindah” dari rumahnya sendiri, siapa yang basmi tikus-tikusnya dari sawah? Sedangkan sawah dan hutan memang habitat asli dari si reptil itu. Tidak mengganggu, tentu juga tidak ingin diganggu. Lalu kenapa justru kita yang manusia ini ganggu? Di pikiran saya, ini sama seperti nyuruh ikan keluar dari sungai, biar sungainya bersih dan gak bau amis. Gak masuk akal kan? Nah itu maksudnya. “Mengusir” ular dari habitatnya juga adalah hal yang gak masuk akal.ย  Continue reading “Jangan Jadi Penjajah bagi Makhluk Hidup Lain!”

Muse – Sebuah Pencarian

Postingan tanpa judul ini saya dedikasikan kepada… siapa aja yang mau didedikasi sama saya :D.

Seminggu terakhir, saya mengulang baca beberapa artikel yang berhasil saya posting dalam satu tahun terakhir. Hasilnya? Tanpa rasa. Hambar. Seolah yang saya posting hanya susunan kata dan kalimat tak bernyawa.

img20161222110432

Satu tahun terakhir, yang saya tulis lebih banyak adalah berita. Yang memang jadi pekerjaan. Namun untuk tulisan lain, artikel blog dan lanjutan beberapa cerita yang saya tulis, rasanya sudah lama ide dan hasratnya menguap entah kemana. Ada muse yang hilang, yang hingga saat ini belum berhasil saya dapatkan lagi.

Beberapa kali datang ke tempat-tempat yang saya pikir dapat membantu mengembalikan lagi inspirasi yang hilang. Nyatanya, hingga pergi ke luar kota, ke pantai yang saya harapkan dapat memicu semangat menulis, hasilnya tetap nihil. Continue reading “Muse – Sebuah Pencarian”

Kata Uni, Kamu Kapan?

Tulisan ini terinspirasi dari obrolan super singkat tadi pagi (thanks to Uni Ilsa). Isinya, “Va, kapan nikah?” Uni memang luar biasa. Baru masuk halaman udah nanyain itu. *kasih jempol tangan dan kaki kucing*.

img20170112163357
dokumentasi pribadi

Ini obrolan beneran singkat. Paling lama 5 menit, eh orangnya udah pamit pulang aja :D. Sambil tak lupa berpesan, “Ayo cepetan nikahnya, Va. Biar Uni dapat undangan. Udah 2017 loh ini.”

Saya cuma bisa ketawa dan minta doain. Kenapa? Mau jawab juga bingung jawab apaan :D. Mau diam aja kan gak sopan.

Hayo, siapa yang juga kayak saya? Ditanyain kapan nikah? Ini pertanyaan kapan nikah yang pertama di tahun ini loh. Pertanyaan kedua juga hari ini, dari mantan tetangga belakang rumah yang sowan ke rumah. Kenyang ditanyain saya mah, haha.

Jadi, untuk para manusia tuna-asmara, yang belum ketahuan siapa jodohnya, mari kita berdoa dengan sepenuh hati. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memudahkan ikhtiar kita dalam menemukan separuh hati yang disebut jodoh (bahasanya ngeri ah :D). Aamiin…

Selamat menikmati jam pulang kerja.

-xoxo-

(Men)Cari – Part 1

Foto di bawah diambil ketika saya ke Balikpapan, awal bulan Mei lalu. Alasan utama yang saya haturkan ke Ibu, karena pengen liburan. Iyalah liburan, kalau bilangnya dinas mah saya bohong :D. Tapi alasan di balik liburan, karena ingin mengembalikan lagi semangat, mencari lagi inspirasi, muse saya yang sudah menguap entah ke dimensi mana. Buat saya, ini sudah dalam tahap darurat. Dimana hasil kerjaan saya mulai banyak dapat kritikan dari atasan, semangat kerja saya mulai turun, hanya terkesan rutinitas. Jauh berbeda ketika awal masuk kerja dulu. Tingkat depresi pun sepertinya mulai meningkat tajam, apalagi sejak Abah meninggal dunia awal Januari lalu, semua urusan jadi harus saya ambil alih.

13244131_10208274403012004_2861937611214486548_o
Before Take Off – Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru

Soal liburan, sebenarnya bulan Februari juga sudah pergi ke luar kota. Bareng sama anak-anak redaksi yang isinya cuma 3 orang. Manfaatin libur panjang dari Sabtu – Senin, perjalanan Banjarmasin – Amuntai – Loksado – Kandangan – Banjarmasin, full jalan-jalan. Cuma ya rasanya pasti beda. Senang-senang memang, cuma rasanya juga perlu waktu untuk diri sendiri.

Bulan Maret, Bapak Redaktur ujug-ujug bilang pengen cuti mau ke Jogja pas libur panjang bulan Mei, kebetulan tanggal 5 Mei libur Kenaikan Isa Al-Masih, dan tanggal 6 Mei libur Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, hari Kamis dan Jumat. Jadi, rencananya si bos ini mau ambil cuti sekalian di hari Sabtu. Kan lumayan, hitung-hitung liburan. Trus ternyata temen saya yang satu divisi juga mau ikut, berhubung mereka berdua sama-sama lelaki (I’m the only woman in this gank, right T_T), ya gampang aja jadinya kalau soal nginap dan lain-lain.

Tiba-tiba si bos nyeletuk, ngajakin ikut. Cuma kalau saya ikut mereka, saya harus balik duluan. Soalnya redaksi gak boleh kosong sama sekali di hari Sabtu itu. Harus ada penanggung jawab buat cek berita yang bakal disiarkan. Kalau berangkat ikut mereka ke Jogja kan nanggung banget ituuuu. Berangkat Kamis, masa saya udah pulang hari Jumat?

Continue reading “(Men)Cari – Part 1”