My Sunday Morning : Jalan Vertikal bersama @GrandDafamBJB

Agak-agak gaje ya judulnya, ceritain soal hari Minggu, tapi diposting pas hari Senin, malam pula. Secara seharian ini saya teramat malas untuk bekerja, dan baru dapat tenaga lagi ketika ngopi double shot cappuccino, yang berhasil mengembalikan mood kerja yang dalam modus sleep :D.

How’s your Sunday morning? Jangan-jangan malah ada yang mager seharian, kaya saya beberapa minggu terakhir, haha. Kecuali minggu kemaren, di mana saya ikut Ibu Bos ke acara klien yang jaraknya hampir 40 kilometer dari Kota Banjarmasin. (btw, Ibu Bos yang nyetir dan saya duduk manis di sampingnya).

IMG20180211071808.jpg

Klien yang didatangin kemaren adalah Grand Dafam Q Hotel, salah satu hotel syariah di Banjarbaru, yang bikin acara Jalan Vertikal dan Senam Sehat. Bingung kan ya, Jalan Vertikal macam gimana? Kita berdua juga bingung sih awalnya, secara biasanya jalan santai doang, jalan berbaris di pinggir jalan raya, trus di akhirnya bakal diundi kupon buat dapat hadiah. Asli, sepanjang jalan sekitar 30 menitan, yang ada kita malah asik ngegosip ini itu soal kantor, diskusi beberapa hal yang penting, yang biasanya bakal terlewat kalau di kantor. Continue reading

Advertisements

[REVIEW] KFC : Salted Egg Chicken

Mengusung tema #eggstraordinary, KFC Indonesia meluncurkan menu barunya yang dikasih nama Salted Egg Chicken. Tahu lah yaaaa, menu satu ini memang lagi happening di jagad permakanan, khususnya yang suka sama menu peranakan gitu. Jujur, saya sendiri memang agak takjub, ketika tahu ayam goreng punya Eyang Kolonel Sanders ini meluncurkan menu bersaus telur asin di jajaran menu-menu andalannya. Tapi kalau melihat antusiasme masyarakat di seantero negeri terhadap ayam saus telur asin, rasanya wajar sih, kalau restoran franchise satu ini ikutan berinovasi.

Salted Egg Chicken, pertama kali saya tahu dari postingan status Whatsapp salah seorang teman, waktu itu malah mengira itu Hot ‘n Cheesy Chicken yang pernah dikeluarin KFC dan sayangnya sekarang gak lagi diproduksi (di Banjarmasin khususnya, ya). Trus kemaren, teman kantor yang juga partner-in-crime dalam dunia memamah biak makanan enak, Meity, mention saya di Instagram di salah satu postingan akun resmi KFC Indonesia. Langsung siang kemaren kami kabur ke KFC Kantor Pos di kawasan Lambung Mangkurat, yang paling dekat dari kantor.

img20180206141455691102739.jpg Continue reading

Bedak untuk Aktivitas Outdoor : AMPUH!

Ceritanya gini, sejak udah mulai puber, kita (baca: wanita) biasanya paling bermasalah sama keringat yang seringkali berujung sama bau badan. Saya juga gitu, puber di usia 13 tahun, secara otomatis merubah metabolisme tubuh jadi lebih gampang berkeringat. Bahaya itu, bahaya, wkwk. Secara saya sukanya keliaran di luar rumah, main ini itu, pokoknya aktivitas yang acaranya adalah lari-lari kejar-kejaran.

Pas pertama kali puber, saya dikenalin sama deodoran Rexona, yang semua orang (termasuk ponakan yang masih TK) tau, kenal, dan pasti pernah makai ini. Rexona lumayan laaaah, ampuh buat bantu saya kendalikan bau keringat, meskipun untuk produksi keringat juga gak begitu membantu untuk mengurangi. Mungkin juga karena punya badan bongsor waktu itu, jadi emang susah kalau mau kurangin produksi keringatnya. Yang gak saya suka adalaaaah, bagian ketek baju jadi kuning dan keras. Susah banget dicucinya -____-. Continue reading

Social Vegetarian

Berawal dari iseng liat postingannya tante Sophia Latjuba di IG beberapa hari yang lalu, scrolling ke postingan-postingan yang agak lama, dan ketemu yang ini. Social vegetarian who avoid meet.

Awalnya saya agak gak ngeh, malah ngira typo. Dibaca lagi bener-bener, eh ternyata saya yang salah toh. Rupanya maksud Tante Sophie -sok akrab banget ya manggilnya tante-, one of the most favorite woman versinya saya, dia adalah seorang yang membatasi pergaulan di media sosial dengan menolak untuk bertemu dengan semua orang yang memiliki status ‘berteman’.

Screenshot_2018-01-26-16-45-56-21.png Continue reading

[REVIEW] Garnier Pure Active Matcha Deep Clean Clay Mask

Sebenarnya saya liat ini masker pertama kali di Indomaret depan komplek. Biasa kaaaan, kalau ke sana pasti bakal keliling ke rak-rak apapun itu. Nah, kebetulan pas lagi mau beli deodoran, yang raknya sebelahan sama si masker ini. Agak takjub juga, “eh Garnier ada yang baru nih”, batin saya waktu itu. Secara, masker Garnier yang saya tahu dan pernah pakai cuma yang Lemon -dan itu gak pernah dipakai lagi karena bikin iritasi-. Penasaran, baca-baca bentar keterangan di belakangnya.

IMG20180125222718.jpg

maapin fotonya, yak, maklumin, motonya pas malam

Dari keterangan di bagian depan dan belakang, rupanya ini bukan jenis peel-off mask macam yang varian Lemon. Trus diapain? Ntar yaaa, sabar, sabar, sabar… Continue reading

Perlukah Selfie Saat Traveling?

Bicara tentang selfie atau swafoto, siapa sih yang gak pernah melakukan hal ini, walaupun hanya satu kali seumur hidup? Jujur aja nih, saya juga sering, kalau lagi dalam mood merasa cantik sejagad raya, rasa pede berkilo-kilo ton, maupun lagi bahagia hingga ke langit ke tujuh. Atau pas lagi di tempat yang Masya Allah bagusnya kebangetan, pasti pengen deh. Tapi, apakah perlu?

img20171202183732-01-1360081156.jpeg

dokumentasi pribadi

Kebiasaan Selfie Traveller Jaman Now

Kebanyakan foto-foto liburan -yang dilihat di instagram atau media sosial lainnya- isinya adalah selfie. Mau sendirian ataupun sama teman. Misalnya nih, lagi keliling di Kota Tua Jakarta, baru sampai depannya, cekrek. Abis itu mau masuk ke Museum Sejarah Jakarta, cekrek lagi. Di dalamnya, cekrek. Keluar dari museum, mau ke Museum Wayang, cekrek lagi. Misalnya ada 20 spot yang dimasuki, semuanya ada fotonya. Alatnya beragam, dari yang pakai tangan doang –yang punya tangan agak panjang, enak sih-, sampai yang niat bawa tongsis beraneka bentuk. Percayalah, saya sudah pernah rasain traveling dengan dua jenis traveller yang beginian.

Sebenarnya gak ada yang salah dari pengambilan foto saat lagi jalan-jalan, hanya saja tentunya ada etika tersendiri. Ini penting loh, biar kita sebagai ‘tamu’ di daerah tersebut bisa lebih sopan, dan gak merugikan diri sendiri. Ingat kan? Udah banyak cerita seram bin mengenaskan hanya karena pengen selfie di lokasi wisata? Tempat seaman Kota Tua Jakarta ataupun Balikpapan Superblock juga belum tentu aman, loh. Apalagi kalau kita selalu stand-by megang henpon dan tongsis, yang justru sebenarnya bikin ribet? Continue reading

ASUS VIVOBOOK PRO N580VD, SI GARANG YANG KALEM

Sebagai seorang jurnalis televisi di daerah yang selalu dituntut bekerja cepat di era digital seperti sekarang ini,  notebook dengan spesifikasi yang ajib dan mulus saat dipakai multitasking menjadi salah satu kebutuhan utama yang harus dimiliki.

Dari sekian banyak laptop yang muncul di tahun 2017, notebook ASUS VivoBook Pro N580VD sepertinya menjadi pilihan tepat untuk menemani saya bekerja di tahun baru ini.

Lalu, kenapa harus VivoBook Pro?

ASUS-Vivobook-Pro-15-3

Material Aluminium Yang Terlihat Kokoh Dan Elegan

Dari segi desain, material notebook ini pas untuk kebutuhan sehari-hari saya sebagai jurnalis. Dengan body yang ramping dan elegan, serta ketebalan hanya 19.2 mm, ditambah beratnya yang hanya 2,2 Kg membuat Vivobook Pro terasa istimewa. Notebook berukuran 15,6 inci ini dapat dengan mudah dibawa kemanapun, sehingga aktivitas di luar ruangan menjadi lebih ringkas dan mudah.

Body hingga lid cover Vivobook Pro dibekali dengan material aluminium alloy, yang memastikannya kuat dan tahan dari benturan, sekaligus ringan. Hal tersebut cocok dengan aktivitas saya yang biasaya harus berjejalan saat melakukan peliputan aksi demo, maupun saat melakukan sesi wawancara dengan pejabat atau kepala daerah, yang sangat rawan menimbulkan tekanan terhadap perangkat yang ada di dalam tas.

Guna menjaga keamanan data, fitur fingerprint di sisi kanan atas touchpadnya menambah keistimewaan dari Vivobook Pro. Kecepatan dan keakuratan membaca sidik jari membuat penggunaan password terasa sudah ketinggalan zaman. Cukup dengan menyentuhnya, windows 10 yang menjadi sistem operasi akan segera aktif dan dapat digunakan. Continue reading

Jejak

Bagaimana sebuah rasa kehilangan dapat dihilangkan?
Bagaimana hati yang sudah pernah lebam dan berdarah dapat kembali seperti semula?
Bagaimana sebuah kehilangan rupanya dapat mengubah hidup manusia yang menjalaninya?

Kehilangan selalu menjadi titik balik untuk memutuskan, maju atau tetap berada di titik yang sedang dipijak. Maju untuk memaafkan, mengikhlaskan, atau tetap berkubang di masa lalu yang sudah dapat ditebak alurnya, semu, kelam, penuh dengan air mata dan ego masing-masing individu. Continue reading

Working Space-nya Saya

Kalau ditanya lebih suka menyelesaikan pekerjaan di dalam kantor atau di luar? Buat saya sebenarnya 50:50, deh. Yang pertama, di kantor tentu jaringan internet yang dipakai tak terbatas. Mau sambil tiduran kalau udah terlalu capek, mau sambil ngemil, bahkan gosipan sama seberang meja (terkadang bos juga ikutan), juga ayolah aja. Eh tapi kalau di luar juga enak kok, banyak tempat yang kasih Wi-Fi gratisan. Dari level tempat duduk tak resmi di samping kantor Telkom, bangku-bangku yang khusus disediakan buat yang pengen gratisan, Wi-Fi kampus, sampai yang agak mahalan dikit macam tempat nongkrong yang  adem dan suasana serta makanannya oke punya.

Yang terakhir ini yang paling sering saya datangin. Bukan berarti saya gak suka gratisan, suka bangeeeeet, kebangetan malahan. Cuma ya kadang gitu, mau ikut nimbrung Wi-Fian di kantor Telkom kan gimana gitu, apalagi kebanyakan lelaki-lelaki yang ngerjain tugas kuliah, ataupun asik nge-game. Trus saya lihat hampir gak ada populasi wanita dari sekian banyak yang ada di sana. Mending melipir.

IMG20180118190611-01

Buat saya, kerja di luar ruangan kadang lebih bebas. Terutama buat gali apa yang ingin saya gali, cari inspirasi dari obrolan-obrolan khas warung kopi (atau warung tegal?). Sambil menyesap satu dua cangkir kopi yang lagi pengen diminum, buat sekadar nyelesain kerjaan yang belum sampai pada deadline-nya, biar gak dikejar anak-anak produksi yang mau garap naskah. Atau kadang cuma sekadar pengen ngobrol sama teman, tanpa ada alasan mutlak untuk bahas sesuatu misalnya. Sesimpel itu. Continue reading

Resolusi? Hmmm…

Halo, ini postingan pertama di tahun 2018. Yang pasti, saya gak akan melakukan review atau apalah itu namanya, untuk apa yang sudah saya lakukan di tahun lalu. Bukan untuk diungkapkan di publik, maksudnya. Cukup saya sendiri yang tau, dan mungkin beberapa orang terdekat. Termasuk juga tentang resolusi untuk tahun ini yang ingin saya lakukan.

Ngomongin soal resolusi, kadang bisa bikin saya ketawa, lucu sebenarnya. Karena saya sebenarnya bukan tipe orang yang punya target buat lakukan A, atau mencapai B dalam hidup. Lebih realistik dan liat situasi yang terjadi. Memang, bagi sebagian orang, pasti bakal anggap aneh karena gak ikut tren “apa resolusi kamu?” Gak lah, karena masih banyak kok orang yang gak anggap itu penting. Resolusi bukan untuk konsumsi umum, I think.

pexels-photo-775779.jpeg

image from Pexels.com

Continue reading