Menulis Itu Soal Jiwa

Bukan jurnalis, apalagi sastrawan (masih jauh). Bukan pula penulis buku-buku best seller atau penulis skenario hebat. Saya cuma sekadar penulis lepas yang tak perlu dan juga tak ingin didikte dalam menulis apa yang ingin saya tuliskan. Satu-satunya yang saya mau disuruh-suruh cuma soal urusan skripsi doang 😀 *itu juga belum selesai*.

Menulis itu soal jiwa. Beneran deh. Soal jiwa, tapi bukan berarti berhubungan 100% dengan masalah hati. Hati boleh galau, tapi isi tulisan gak melulu galau kan? *yang lagi galau trus nulis galau mulu, maapin saya ya* 🙂

Tapi emang sih, soal hati juga ada pengaruhnya dikit sama tulisan, dikit aja, dikiiiiiiit :D. Ya seperti yang saya bilang tadi, yang galau bisa aja gak nulis tentang galau, gitu juga kebalikannya. Intinya, tergantung dari kitanya yang mau gimana. Kalau buat saya pribadi, mood galau bisa bantu mengeluarkan banyak ide pas lagi buntu saking banyaknya kerjaan :D.

Kalau boleh curhat dikit, saya benar-benar kangen tingkat dewa sama nulis dan posting sesuatu di akun satu ini. Kangennya sampai ke ubun-ubun *halah boong banget* :D. Tapi benaran deh, pas lama gak nulis malah banyak banget ide bermunculan yang mendesak mau keluar lewat ketikan. Udah nyoba tumpahin di Ms. Word, gagal total.hehe. Cuma bisa selesai 1 halaman tok. Itupun setelah 2 jam duduk diam di tempat pelarian, tapi ya cukuplah buat bikin otak sedikit lebih ringan :).

Balik ke judul, menulis memang soal jiwa. Kalau lagi labil atau bahkan buat konsentrasi aja susah, baiknya jangan dipaksain (buat saya pribadi, ini penting banget). Bukan apa-apa, cuma biar tulisan yang dihasilkan gak bikin kita nyesel atau malah uring-uringan :). Kecuali kalau niatnya mau disimpan jadi draft dulu, boleh aja sih hehe. Penulis lepas bukan berarti bisa seenaknya posting tulisan yang ngawur kan?Humor boleh, tapi jangan sampai bikin yang baca jadi bingung sendiri, apalagi kalau yang diposting soal info penting :).

Ah sudahlah, cukup kangen-kangenan sama om wordpress, udah siang, laper :D. Jadi, selamat menikmati piring bersih dan gelas air putihnya yaaaaa 🙂

Advertisements

14 thoughts on “Menulis Itu Soal Jiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s