Priceless : Terlalu Berharga untuk Digantikan

Saya pernah dapat pertanyaan seperti ini, “apa yang paling berharga dalam hidup Anda?”. Selama belasan tahun berakal dan punya kemampuan untuk bicara dan berpikir, jawaban saya selalu “Keluarga. Mereka adalah hal yang paling berharga dalam hidup saya.” Jawaban yang sering saya kemukakan ketika sekolah, jawab kuis, atau saat interview kerja. Sepertinya bukan cuma saya yang begitu kan? ๐Ÿ™‚

Image

Keluarga adalah hal paling berharga. Benarkah? Seharga apa?

Saya seolah disadarkan lagi dengan kalimat jawaban itu. Berapa harganya ya kira-kira? *kalo yang ini pertanyaan konyol, jangan coba-coba buat menjawab* :D. Betul, keluarga adalah hal terindah. Betul, keluarga adalah hal terhebat yang dimiliki manusia. Tapi buat saya, bukan yang paling berharga. *jangan protes dulu, baca sampai selesai ya* ๐Ÿ™‚

Kok berani benar saya bilang keluarga bukan hal berharga. Apa sekarang saya sudah jadi anak durhaka? Atau saking merasa hebatnya saya sampai menganggap keluarga sudah bukan hal yang berharga lagi?

Buat saya, keluarga adalah hal terindah, terhebat, dan terberkah yang pernah saya dapatkan dalam hidup. Tapi untuk mengatakan mereka hal paling berharga dalam hidup, sepertinya kurang etis. Karena mereka jauuuuuh lebih berharga dari apapun yang saya punya. Terlalu sulit kalau harus dibandingkan dengan barang, harga, dan bahkan jasa apapun yang ada di dunia. Memiliki keluarga, bisa bersama mereka sampai detik ini, itu priceless. Terlalu berharga untuk bisa disebut paling berharga.

Keluarga, tempat saya ‘pulang’. Tempat badan dan jiwa saya ikut bertengger selama 22 tahun ini. Bercanda, berantem, ketawa-ketiwi, heboh, dan perang dunia pun sempat pecah :D. Tapi itulah hidup. Kita gak akan bisa mengerti dan memahami arti sebuah keluarga tanpa nyebur dulu dalam permasalahan yang ada kan? :).

Saya berasal dari keluarga besar. Besar dalam makna denotatif dan konotatif. Keluarga yang jumlahnya besar dan berbadan besar pula :D. Nenek saya punya anak 6 (aslinya 7, tapi meninggal waktu kecil). Abahย saya anak ketiga dan punya anak 4 (cewek semua). Sodara-sodara Abah punya anak 1-4. Adiknya Nenek juga anaknya sampai belasan, bisa dikira-kira kan kalau sepupu dan keponakan saya jumlahnya ada berapa puluh orang? ๐Ÿ˜€ buanyaaaaaak. Tapi dari banyaknya anggota keluarga besar itulah, saya belajar memahami bahwa keluarga adalah hal yang teramat sangat berharga untuk dikatakan paling berharga. Uang segede gaban juga gak sanggup gantikan, emas, permata, dikasih istana Buckingham juga gak bakal bisa gantikan posisi mereka.

Saya belajar bagaimana caranya mencintai dan berbagi kasih sayang dari keluarga. Belajar bagaimana harusnya bersikap ketika ada masalah pelik, juga dari keluarga. Mereka tak hanya ‘tempat’ saya untuk pulang, mereka guru kehidupan bagi saya. Cinta yang seringkali terlupakan untuk disebut, tapi selalu ada untuk mereka.

Keluarga. Tempat yang akan selalu terbuka untuk kita pulang lagi. Sekalipun jiwa, badan, dan hati kita sudah punya rumah yang baru. Mereka rumah abadi. Yang selalu mau merangkul dan memeluk, separah apapun kesalahan yang kita lakukan.ย Cinta mereka jauh lebih abadi, sebenarnya ๐Ÿ™‚

Saya mencintai keluarga besar saya. Anda? ๐Ÿ™‚

Selamat malam, selamat menikmati hujan di luar sana… ๐Ÿ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Priceless : Terlalu Berharga untuk Digantikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s