a Very Yuppy Cetar Morning

Apa yang terpikir saat pagi Senin tiba? Kerjaan? Tugas kuliah? PR yang belum selesai? Sepatu belum disemir? Seragam belum disetrika? Atau bahkan sarapan yang belum siap?

Pagi Senin buat saya justru jadi bagian waktu yang paling menyemangati. Mau hujan badai, panas terik, gak peduli. Karena pagi Senin buat saya memang selalu spesial -minus super hectic-nya kerjaan di awal minggu- dengan beragam ketidakterdugaan di bangunan yang saya sebut dengan “rumah” :D.

Sejak 2 tahun lalu pagi Senin saya jadi lebih spesial karena si gadis kecil satu ini. Rutinitas pagi hari jadi lebih dinamis. Bangun subuh, siapin dot, kelonin sampai bangun, mandiin, ajak main bentar, baru berangkat aktivitas, sorenya balik lagi mandiin, main, nonton tv, sampai nemenin tidur malam. Rutinitas yang mereka bilang “emak-emak banget” :D. Tapi ternyata sukses bikin saya lebih mencintai pagi Senin yang saya miliki.

Image

Ya, sudah 2 tahun saya jadi ponakan-sitter :D. Ponakan saya yang sejak umur 3 bulan tinggal di rumah Abah karena orangtuanya berstatus PNS (pegawai negeri sipil) di luar kota. Balik ke rumah sini pas hari Jumat sore sampai hari Senin subuh. Otomatis selama Senin-Jumat, saya yang jadi Ibunya si kecil. Menyiapkan kebutuhannya, mengajari dan mendidiknya layaknya seorang Ibu. Rutinitas yang ternyata sukses bikin saya lebih manusiawi dan berubah jadi emak-emak banget :D.

Tiap Senin pula beragam kelucuan si ponakan kecil dimulai. Ocehan lucu, kebawelan, kepintaran, sampai hal tak terduga seperti mimik muka lucu pun selalu tersaji di awal pekan. Perkembangan yang seringkali membuat saya takjub dan kadang geleng-geleng kepala liat kelucuan tingkahnya :D.

Terimakasih gadis kecil, sudah bikin hari-hari Bunda jadi lebih berwarna. Jadi lebih lengkap dan bikin semangat menghadapi banyak hal. Jadi partner-in-crime kalo urusan ngabisin bungkusan Roma Sari Gandum Cokelat :D.

Terimakasih selalu jadi supplier semangat terhebat dengan celotehan dan kecupan hangat di tiap pagi. Panggilan “Bunda” yang selalu bikin hangat hati dan berbunga-bunga.

Terimakasih membuat Bunda lebih dibutuhkan dan berusaha jadi Ibu yang baik untuk perkembanganmu. Selalu jadi cheerleader saat mood dan kondisi jiwa lagi di zona degradasi.

Loving you always, little princess 🙂 Jadi anak shalihah ya, Nak.

Advertisements

4 Replies to “a Very Yuppy Cetar Morning”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s