Jangan Tanyakan Mengapa…

Pernah rasakan kangen yang sebegitu besarnya pada suatu benda? Benda loh ya, bukan orang. Pernah? Gimana rasanya? Kira-kira nih ya, sama gak dengan apa yang saya rasain sekarang ini? *ceritanya lagi pengen curhat*

Apalah itu namanya, kangen pasti punya jejak sendiri yang bikin kita selalu ingat terus-menerus sama yang dikangenin. Gak cuma orang, benda juga bisa dikangenin. Contoh nyatanya, yang paling sering dikangenin apa? Guling, bantal, sama kasur tercinta kan? *udah ngaku aja, saya juga gitu kok :D*. Rasanya terpisah beberapa jam aja kayak udah pisah puluhan hari gitu deh, rada lebay melukin guling sama bantalnya.

Eh tapi saya gak bakal bahas guling, bantal, dan kasur ya, cukuplah itu jadi porsinya para pedagang kasur di pasar deket rumah. Mereka lebih tau harganya, saya gak pernah beli sih, nawar apalagi, ngeliat juga jarang *lha*. Saya mau curhat aja, soal perasaan yang terpendam selama ini, akibat hasrat yang sempat terkurung dalam sangkar emas yang tak teruntuhkan -anggap aja gak pernah baca kalimat yang ini- :D.

Beberapa kali saya sempat posting di twitter dan facebook, sedang kangen untuk menulis lagi. Seberapa kangen? Luar biasa kangen. Rasanya itu (buat saya sih) mirip sama pasangan yang lagi LDR-an. Yang satu lagi Indonesia, satunya lagi di Arab Saudi -ceritanya LDR ala TKI-. Kalo gak ketemu bakal kependam lama banget, pengen ketemu tapi ya ada keterbatasan tersendiri. Susah cyiiiiiiin.

Sebenarnya hiatus sejenak dari tulis-menulis dan ketik-mengetik sudah pernah saya jalani sebelumnya. Gak kebayang aja kok waktu itu bisa-bisanya ya saya hiatus sampai 2 tahun tanpa menghasilkan satu pun tulisan yang bisa diposting dan dibaca orang banyak? -beneran, saya aja bingung-. Sekarang? Sempat hiatus juga sih, cuma gak sampai bertahun-tahun. Cukup beberapa minggu aja, setelah itu saya kembali normal.

Ada yang nanya, “itu blog baru bikin? yang lama kemana?”. Oke, baiklah, karena permintaan banyak penggemar saya -udah jangan protes bacanya, jarang bisa nemuin saya narsis gini-, ย maka akan saya ceritakan sedikit disini. Ya kali ada inpotaymen yang mau ngeliput *berasa artis*.

Ya, ini memang blog (yang lagi lagi) baru. Terhitung dari bulan Februari 2014, setelah blog yang beralamat di evarizkiyana.wordpress.com dihapus dan hiatus beberapa minggu. Kenapa dihapus?ย Karena ada gangguan yang sudah tidak bisa ditolerir lagi ๐Ÿ˜€ *berasa lagi pidato kepresidenan ah*. Jangan tanya soal perasaan, wong pas mau mencet tombol ‘delete account’ aja sesegukan beberapa menit. Gak rela kalau harus dihapus. Apalagi selama kurun waktu 2013, disanalah otak saya memuntahkan isi kepalanya. Dari yang normal, serius, sedih, galau, sampai yang absurd sekalipun nongol di hampir seratus postingan yang pernah saya buat.

Trus kenapa bikin blog baru lagi? Gak takut ada gangguan sesi kedua? *ini benar-benar jadi kepo ya*. Karena saya sudah sebegitu kangennya untuk menulis. Kangen menumpahkan apa yang ada di kepala saya tentang banyak hal yang saya pikir dan saya temui *mulai serius*. Dibilang takut, udah gak dong. Udah berani hadapi kekacauan yang menanti :D. Lagian mau sampai kapan gonta-ganti alamat dan akun blog baru? Kasian penggemar saya nanti dong *teteeeeeuuuup*

Oke, serius deh. Bagi saya, menulis bukan cuma sekadar kata yang dirangkai jadi kalimat. Jauh lebih besar dari apa yang dipikirkan selama ini. Ada semacam rasa puas dan bersemangat ketika kita mampu menyalurkan dan memindahkan pemikiran ke dalam rangkaian kalimat. Gak perlu kalimat puitis, cukup bisa dibaca dan dimengerti, setidaknya oleh saya :p.

Menulis seringkali gak mudah. Ada beberapa tantangan yang harus dilewati. Tapi setidaknya, selalu ada semangat untuk bisa menuangkannya dalam susunan kalimat utuh yang layak untuk dibaca. Bukan cuma sekadar onggokan huruf yang tak bermakna di antara serakan tanda baca yang juga tak berarti.

Selamat menikmati sepertiga malam, dunia. Bantu semesta tetap indah dengan senyum di ujung kata.

Welcome, Saturday. Mari berjuang untuk setiap langkah.

Best wishes,
-xoxo-

Advertisements

4 thoughts on “Jangan Tanyakan Mengapa…

  1. semoga blog baru bisa hadir dengan semangat baru.
    saya sepertinya sudah kecanduan nih, nggak bikin postingan dalam sehari, rasanya ada yang hilang ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s