Hello, June…

Jangan bayangin saya lagi ngetik postingan blog ini sambil senyam-senyum ya. Manyun, cyiiiin, asli dah. Dilengkapi dengan mata yang rada sepet dan sengaja ditutup di bagian kiri, serta mulut yang tak hentinya menguap.

Sebenarnya, mau nyapain bulan Juni, kok rasanya telatnya gak ketolongan. Tapi kalau saya gak nyapain, kesannya durhaka banget gitu *eh*. Sudahlah, intinya ya memang saya pengen nyapain bulan Juni yang (harusnya) jadi bulan terwujudnya segala impian orangtua dan kakak-kakak saya tercinta. *psst, kalau ngomongin impian saya sih, harusnya bukan Juni, September tahun kemaren*. Maaf jika bulan ini kembali harus menunda melihat saya jalan cantik di depan podium pakai pakaian kebesaran impian para mahasiswa. Maafkan saya.

Syudahlah….. Tambah durhaka kayaknya saya sama bulan ini. Udah nyapainnya telat, nunda lagi jadwal pakai pakaian kebesaran para mahasiswa, pula (hmm, saya sedikit pamali nyebut nama pakaian itu sebelum saya sendiri yang makai :D). Jadi, bisakah kita hargai sedikit kesempatan saya ini untuk memanjakan bulan Juni yang tahun kemaren dibuka dengan penuh ke-hore-an tanpa tendensi apapun untuk meminta maaf dan mengutarakan kesalahan? Bisa kan? Bisa ya? Bisa dooooong *digeplak bantal*.

Oke serius…

Yang pasti, rasa syukur saya karena masih bisa bernafas hingga detik ini, mengetik postingan yang sedikit absurd dan gak jelas ini juga, dan bisa dengerin anak kucing saya yang baru lahir tadi malam nyariin emaknya. Alhamdulillahirabbilalamin. Rasa syukur saya tak terhingga. Bisa melihat dunia, bisa merasakan bertemu dengan beragam hal, bisa menikmati indahnya berinteraksi, semuanya. Semua hal yang buat saya luar biasa indah dan mengagumkan.

Saya juga makhluk yang gak pernah bebas dari dosa. Sekecil dan sebesar apapun. Tapi, hidup bukan cuma digunakan buat ngitungin dosa kan? Paling tidak, ada usaha untuk membuat hidup lebih indah dan berarti dengan banyak hal yang bisa dilakukan. Hal itu yang sedang saya usahakan untuk bisa terjadi. Doakan saya ya *tangan kiri dan kanan mengepal, trus pasang ekspresi unyu*.

Baiklah, sebelum saya mengubah postingan tengah malam ini jadi terlalu absurd dan gak jelas, ada baiknya kalau dihentikan. Tak lupa sebelum menutup pidato tengah malam ini, saya haturkan terima kasih pada Kapril Yanto yang jadi teman berbincang teryahud soal keabsurdan dalam tulis menulis :D. Baca tulisan-tulisannya bikin semangat saya mendidih *berasa panci rebusan air*.

Selamat tidur, dunia. Besok jangan lupa bangun pagi, siapin seragam, jangan telat, pembina upacaranya Pak Kepsek.

Selamat dinihari. Salam cinta dari meja kerja penuh kertas dan alat tulis bertebaran di segala penjuru.

-buena notte-

Advertisements

4 thoughts on “Hello, June…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s