Ruang Tunggu #ChapterEmpatDua

image

Pic: Koleksi Pribadi - 16.03.2014

Apa yang harus kutulis tentangmu?
Sedangkan menulis tentang kita pun sepertinya tak mungkin.
Tak pantas, lebih tepatnya, benar kan?

Di depanmu aku memakai topeng. Maaf…
Maafkan aku jika topeng tawa dan senyum yang kuhadirkan.
Maafkan aku jika di balik pelukan ada tangis pilu tak ingin melepas pergi.
Maafkan atas segala rasa yang tak pernah bisa menahan langkahmu, apalagi meminta lebih.
Maafkan cinta…

Ribuan kali terpikir untuk pergi, tapi kaki tak pernah bisa beranjak.
Meski hati dan pikiran tau bahwa langkah kita tak pernah satu arah.
Meski sadar bahwa bentuk hatimu sudah tak utuh, terbagi atas beberapa.
Meski paham bahwa tak beranjak berarti memilih menanti.
Seolah hati sedang berjudi dengan waktu, juga diri sedang bertaruh memenangkan kepemilikan atas cinta.

Duhai hati… Apa yang sebenarnya kau inginkan?
Tak terbukakah matamu melihat apa yang selama ini ada untukmu?
Tak sadarkah hatimu merasakan siapa yang selama ini ada didekatmu?
Tak bergunakah waktu-waktu yang habis terurai untuk memenangkanmu meski kadang berhias luka dan tangisan?

Ah, aku lupa… Memang inilah resiko mencintaimu.
Bersaing dengan hal-hal yang tak pernah bisa kusaingi.
Aku tau, sadar, bahkan teramat paham bahwa bentuk hatimu tak utuh, bagian untukku tak sampai setengah karena juga dimiliki oleh yang lain.
Tak adakah kau sadar bahwa pahamnya aku adalah tanda besarnya rasa?

Jangan memintaku pergi, karena aku tak akan pernah pergi. Tak bisa…
Tapi juga jangan menelantarkan hatiku begitu lama.
Bentuknya yang koyak jangan lagi kau tambah dengan guntingan-guntingan ketidakpastian.

Hari esok siapa yang tau? Hari ini aku bersikeras menantimu, hari esok bisa saja aku menyerah dan pergi…
Tergelitik hati, menerka, menebak, bagaimana jika aku benar-benar menyerah? Bagaimana jika aku yang meninggalkanmu pergi tanpa jejak?
Bagaimana jika… Ah, sudahlah. Tak baik jika banyak berandai.
Seperti tak baiknya jika bermimpi dan berharap terlalu tinggi tanpa siap untuk kecewa.

Pintaku satu, telusuri hatiku dengan hatimu, bukan hanya dengan mata dari tubuh fanamu…

-Zhafira kepada Tama-
#AKNsnote #AugustSeries #lovepoem #pesancinta #chapterempatdua

Advertisements

3 thoughts on “Ruang Tunggu #ChapterEmpatDua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s