“Dimana?”

Entah itu kebiasaanmu atau memang hanya ditujukan padaku saja. Pesan singkat yang (sebenarnya) selalu kutunggu. Ya, hanya satu kata itu. Tak perlu tambahan kata lainnya. Satu kata itu saja sudah memenuhi semua hal. Kamu merindukanmu. Benarkan?

Ah, anggaplah benar. Tak apa kan? Karena aku sendiri bahkan tak pernah bisa menembus dalamnya hati dan pikiranmu. Seolah ada gorden tebal yang menutupi. Tabir yang kau buat dan tutupkan sendiri.

Tak apalah. Satu kata itu pun bagiku cukup. Meskipun kadang harus menunggu berminggu-minggu untuk mendapatkannya. Meskipun kadang harus kenyang hanya dengan rangkaian kata. Bisakah aku meminta waktumu? Bisakah aku menagih sedikit waktu saja untukku?

Sedikit waktu untuk sekadar berbicara tentang kita. Tentang aku dan kau. Walaupun ya… Kita sendiri tahu bagaimana langkah kaki sudah saling menentukan arah.

Kau sudah punya langkah dan tujuan sendiri. Sedang aku masih berjalan perlahan menuju ke arahmu yang selalu berganti arah tiap kuikuti. Sambil terus berharap saat kaki melangkah, pesanmu kembali datang seperti biasanya, “Dimana?”

-tulisan ini juga diposting di katakutubuku.tumblr.com-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s