Hati. Rasa

Hei, katamu hati bisa berubah kan? Bagaimana kalau kubilang hanya rasa yang berubah? Sedang hati, ya…dia akan tetap seperti asalnya.

Rasa yang memegang kendali. Hati hanya perantara tempat untuk menaruh rasa. Tinggal kita yang memilih, menambah rasa, menguranginya, atau bahkan menghilangkannya sekalian.

Jika kurang, maaf… Aku tak bisa memberikanmu garam. Hanya bisa memberikan hati untuk bisa memulai rasa yang baru.

Tapi, bukan untuk hari ini…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s