Gagal Tidur

Orang gila macam apa yang posting jam segini dengan postingan yang amburadul pula? Saya. Ya, saya. Hari ini gagal tidur yang kesekian kalinya. Terhitung sejak 3 bulanan yang lalu. Bukan gagal tidur sih, lebih ke sengaja gak menidurkan diri sendiri tepatnya.

Momen-momen yang bikin tegang gak ketulungan dan panik, kalang kabut dan grasak-grusuk, sampai akhirnya jadi terbiasa dengan ritme yang sebegitu kacaunya. Semua terjadi selalu tengah malam atau mendekati subuh, antara jam 12 malam – 4 dinihari. Secara otomatis jadi “mematikan” jam tidur saya yang biasanya nemu bantal langsung molor. Makanya dulu sering dikatain “pelor” – nempel, molor.

Tengah malam harus stand-by ke IGD (Instalasi Gawat Darurat), harus sigap-akrobatik-jungkir balik nyari taksi tengah malam karena nyetir mobil belum dikasih izin-dibawa naik motor juga gak mungkin, belum lagi kalau di IGD penanganannya lama karena mereka kebanjiran pasien *mereka nyebutnya “serangan fajar”*. Semua yang akhirnya bikin saya tanpa sadar menyugesti diri sendiri untuk jangan tidur pas malam. Saya takut, jujur.

Takut ketika dipanggil, saya gak kebangun. Takut kenapa-napa. Takut saya lalai. Segudang ketakutan yang menghampiri dan menjadikan saya akhirnya resmi menyandang status “makhluk nokturnal”.

Kok bisa sebegitu takutnya saya untuk tidur? Dengan kondisi Abah yang naik turun, gak stabil, pengalaman beberapa kasus yang terjadi pas tengah malam, siapa yang bisa tidur dengan nyenyak? Anda mungkin bisa, saya tidak. Apalagi dengan bayangan kondisi IGD yang hectic, penuh dengan hawa yang menyakitkan dilihat, semuanya.

Alasan saya memilih tidak menidurkan diri bukan karena ingin begadang atau asik nonton tipi. Saya cuma pengen jadi anak berbakti yang sigap dalam kondisi apapun untuk beliau. Ingat, saya anak perempuan merangkap anak lelaki beliau, bukan? Jadi, apapun yang terjadi, ya saya harus jadi yang paling waras di antara saudara yang lain, juga di hadapan Ibu. Gak mungkin lah pas mereka lagi panik, saya juga ikutan panik, yang ada kondisi Abah jadi makin kacau.

Saya sadar, belum bisa membanggakan beliau dengan prestasi atau pekerjaan yang bagus. Kuliah aja belum lulus-lulus, skripsi aja sampai ketunda beberapa semester, jangankan sidang skripsi, konsul sama dosen pun bahkan gak ada sama sekali. Tapi, saya tetap berada di samping beliau saat kondisi apapun, selangkah pun saya gak pernah beranjak dari sisi beliau, bahkan seringkali saya hanya berada di balik pintu untuk memantau jika saya lihat beliau sedang berusaha untuk tidur.

Saya memang belum bisa membanggakan, tapi setidaknya saya ingin berdiri bangga di hadapan mereka, semua orang. Bangga karena saya punya kesempatan untuk bisa mengabdikan diri saya untuk merawat beliau. Kesempatan ini kapan lagi? Hidup manusia tidak akan terulang berkali-kali. Bahkan jika saya mengorbankan pendidikan saya pun tak mengapa, saya masih bisa kuliah lagi nanti, tapi merawat beliau, belum tentu kesempatan itu akan datang lagi.

Terdengar egois karena rela mengorbankan pendidikan? Atau terdengar seperti orang malas kuliah yang lagi nyari pembelaan diri? Silahkan menghakimi saya dengan cara dan cap apapun. Mungkin benar saya membela diri. Tapi, jujur, saya gak akan pernah menyesal kalau pun memang nantinya harus mengorbankan hal yang itu *beliau juga gak akan mungkin rela sih*. Saya lebih menyesal jika menyia-nyiakan kesempatan besar untuk bisa merawat beliau. Karena hal ini juga saya sangat bersyukur punya kerjaan dengan waktu yang amat fleksibel, bisa mengatur jadwal. Itu sudah lebih dari cukup.

Baiklah, selamat menikmati suasana subuh. Disini baru mulai adzan. Selamat berhari Minggu! 3 jam lagi udah harus masuk kantor.

-xoxo-

https://d19tqk5t6qcjac.cloudfront.net/i/412.html

https://d19tqk5t6qcjac.cloudfront.net/i/412.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s