Hakikat Cinta

Mereka bilang, hakikat cinta itu adalah melepaskan, saat kita merelakan. Hanya itukah? Bagaimana jika ternyata kita memilih untuk berjuang dan mempertahankan? Egoiskah?

Melepaskan. Merelakan. Berapa banyak tenaga yang harus dikerahkan untuk melakukan hal ini? Seberapa tangguh?

Hakikat cinta tak melulu tentang melepaskan. Tak selalu tentang merelakan. Tapi tentang bagaimana caranya untuk menjaga, berjuang, dan mempertahankan. Cinta bukan hanya persoalan dua hati beda jenis saja, Bung. Tak cuma tentang pria dan wanita yang tak bisa bersatu. Bukan pula tentang dua anak remaja yang menjalin hubungan diam-diam karena takut ketahuan.

Kalau hanya sebatas itu saja, kosakata cintamu belumlah penuh. Mungkin saja mata dan hatimu dibatasi tembok besar penghalang sehingga cinta yang sebenarnya tak terlihat jelas di matamu.

Cinta Ibu dan Ayahmu. Bisakah hakikat cinta yang menurutmu itu dipakai? Jika hakikatnya cinta adalah melepaskan, jangan pernah mengeluh saat kau tak bisa dapati orangtuamu di rumah untuk sekadar memeluk dan menciumimu dengan penuh kasih sayang. Memangnya kau mau mereka meninggalkanmu dengan alasan inilah hakikat cinta yang sebenarnya?

Lihat! Tak semua cinta bisa kau sanding dan bandingkan dengan hakikat cinta yang kau percayai itu kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s