Kepada Dahan dan Ranting

I hesitated for a long time, I sighed endlessly
But I couldn’t say anything and just turned away
I hate myself for that

Membiarkan hati melukai diri sendiri.
Membiarkan air mata tetap jatuh, mengalir di pelipis dan sela pipi.

Mencatat ragam luka yang menolak untuk disembuhkan.
Menggiring noda masa lalu yang tetap ingin berada bersisian.

Mengejar langkah kaki yang hilang dalam ketiadaan cahaya.
Menembus gelap, mengharap sambutan tangan di antara angin yang berhembus.

Dahan memilih terluka. Ranting memilih menjauh.

Patahan-patahan yang merobek lapisan epidermis.
Membentuk goresan-goresan dalam di antara tebalnya kulit.

Menyiksa diri. Memaksa hati.
Seolah dianya hanya akan diam jika disakiti.
Seolah dianya akan kembali jika ada yang dikorbankan.

Bagaimana bisa bulan mengganti matahari?
Sama tak mungkinnya dengan bintang yang ingin menggantikan kerlip lampu di ujung jalan.

Tak bisa. Bahkan jika seandainya bisa pun, tak ingin.

-Banjarmasin, 30.10.2015-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s