Kenangan

Bahkan dari segelas kopi panas yang kerap kuseduh pun, selalu terselip bagian hidupmu.
Seolah aku tak dibiarkan hidup tenang, tanpa sedetik pun tak memikirkanmu.
Kita.Yang kau sendiri pun tahu bagaimana akhirnya.
Yang aku sendiri pun paham berdiri di ruang hatimu yang mana.

Kau tahu? Rasanya susunan gelas di rak besi ini mengejekku.
Mencibir sekaligus menyesali, mengapa dirinya pernah kupakai untuk menyeduh kopi yang kau sukai.
Hitam. Pekat. Panas.
Yang takarannya sudah kuhafal.
Yang selalu siap tersaji, bahkan sebelum kakimu melangkah di pintu rumah.

Ah, lagi-lagi aku memikirkanmu.
Bukankah sudah tak boleh lagi?
Maafkan kesilapanku kali ini…

 

Advertisements

2 Replies to “Kenangan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s