Tentang Rasa

image
G’Sign Hotel Banjarmasin – 8th floor (dokumentasi pribadi)

Yang kerap tak terjamah kata. Menjumput rasa demi rasa, dari setumpuk kenangan.
Menghitung waktu menuju hari.
Seolah menanti mentari tenggelam, menghilang di balik horizon.

Hati mencoba menuntut haknya. Untuk memiliki. Untuk dimiliki.
Tak mau tahu apa yang menghalangi. Seperti yang mereka ucap, bahwa hati memang kerap egois. Tak ingin kalah tapi mengalahkan.

Lalu bagaimana dengan rasa yang tertahan? Menggambar perih di antara ruang jantung yang berbilik tertutup rusuk.
Bagaimana nasib jiwa yang menunggu dengan menekan rasa agar tak berpaling? Sedangkan Ianya tahu, hati yang ditunggu tak akan pernah kembali. Tak akan pernah berbalik dan menoleh.

Bahwa pergi tak melulu harus datang.
Bahwa rasa seringkali tak berkawan dengan hati.
Juga…
Bahwa ketika kaki memutuskan untuk melangkah pergi, seringkali tak pernah kembali.
Atau memang, karena tak ingin kembali.

– Banjarmasin, 26.02.2016. 01.40 WITA-

xoxo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s