Sakit? Hilangkan. Jangan Cuma Dikurangi.

IMG_20160902_140137_1
Cataflam® 50mg

Jujur ya, saya termasuk penderita sakit gigi tingkat akut. Bahkan pernah sampai terpaksa begadang hampir dua malam, ditambah ninju-ninjuin bantal, sampai puasa ngomong hampir seharian, hanya gara-gara sakitnya kambuh. Kalau kata orang, lebih baik sakit hati daripada sakit gigi, saya jadi pendukung garis depan!

Bicara soal sakit gigi, dari jaman SD dulu, kalau sakit gigi pasti disodorin Ponstan, tahu kan? Pasti tahu nih, terutama yang sering sakit gigi, seperti saya :-P. Dari yang bentuknya kapsul harga 500 perak, sampai yang tablet harga 1500 perak, sama-sama Ponstan, cuma beda miligramnya aja. Belakangan saya baru sadar, kalau Ponstan ternyata masuk kategori penghilang rasa sakit dengan kandungan aktif asam mefenamat. Ya pantaslaaah, sakitnya hilang, tapi beberapa bulan bakal kambuh lagi.

Nah, baru pas sudah mulai gede (baca : tua), sudah ngerti caranya beli obat di apotek. Sudah tahu kandungan zat aktif di beberapa obat, efek jadi perawatnya Abah allahu yarham dan nyiapin obat setiap hari. Jadi, waktu itu sudah berapa hari Ponstan saya minum, tetap gak ngaruh. Sakit dan nyerinya ya itu tadi, sakiiiiit dan nyeriiiiiii. Bahkan nafsu makan berkurang (walaupun berat badan saya gak ikut berkurang, hiks). Pulang kantor mampirlah saya ke apotek. Jelasin rasa sakitnya ke mbak-mbak apotekernya.

“Mbak, ada obat sakit gigi?” itu nanya dengan polosnya.

Mbak-nya dengan senyum ramah pun menjawab, “ada Mbak, Ponstan 500 miligram, mau?” Saya menggeleng cepat. Sudah kebal mah kalau obat yang itu.

“Yang lebih tinggi dosisnya. Ponstan gak pernah mempan. Ini sakitnya kadang sampai bikin bengkak.” 5 menit kemudian keluarlah si Mbak, “Ini, Mbak, Cataflam 50 mili. Biasanya pakai ini lumayan cepat efeknya.”

“Berapa sekeping?” Saya sudah siapin duit rada banyakan sih, soalnya Ponstan terakhir beli sudah melonjak jadi 5 ribu rupiah per biji.

“6 ribu 3 ratus per biji, Mbak. Mau berapa?” Nah, kan.

“3 biji aja dulu, Mbak, mau nyobain dulu efeknya.” Habis bayar, Mbaknya, yang juga lumayan akrab sih, saking seringnya saya beli obat Abah disana, bilang gini : “Baiknya langsung dibawa ke dokter aja, Mbak, kalau sakitnya masih gak berkurang.”

Sampai rumah, langsung minum obatnya, dan… Alhamdulillah, bisa makan lagi masakan Emak. Dimana saya sempat beberapa hari makannya cuma bubur doang. Yang bisa langsung ditelan, tanpa dikunyah. Kasian Emak, anaknya yang paling hobi makan masakannya lagi gak nafsu gara-gara sakit gigi doang. Padahal kalau lagi patah hati pun, nafsu makan gak berkurang sama sekali.

Hasilnya? Yaaaa, bisa tidur cukup nyenyak, pertanda gigi saya sudah mulai waras. Besoknya saya sudah bisa lagi ngomong dan kerja. (Catat : kerjaan saya berhubungan sama suara, kalau lagi sakit gigi, ituuuuu menyiksa!).

Bicara soal dokter gigi. Perawatan gigi berlubang saya memang terhenti cukup lama. Gigi geraham bagian bawah di kiri dan kanan pernah dirawat intensif beberapa bulan sama om sendiri yang kebetulan dokter gigi. Tapi yang namanya anak-anak (waktu itu loh ya), pasti bosan nunggu lama dan bolak-balik buat nambal :-D. Jadilah, gigi saya yang sudah masuk tahap awal penambalan, akhirnya gak jadi-jadi ditambal. Pas jaman kuliah, beberapa kali lanjutin tahapan penambalan itu tadi, tapi di Puskesmas deket rumah. Ya, selain gratis, lumayan kan gunain fasilitas Askes.

Apa daya, ternyata prosesnya gak kalah beda dari yang pertama. Mesti bola-balik, sudah begitu, mantri yang mau nambal juga mukanya jutek dan gak ramah. Habis gigi saya ditambal sementara pakai kapur (gak tau bahannya apaan, saya nyebutnya kapur), disuruh balik satu minggu kemudian. Lha belum sampai satu minggu, itu tambalan kapur udah habis alias hilang. Ya kan saya tiap hari sikat gigi, makan, dan minum. Ada yang bahkan baru sampai rumah sudah lenyap kapurnya, hihi. Eh pas satu minggu kemudian datang ke Puskesmas lagi, malah dimarahin sama matrinya. Dakuuuu lagi yang salah, hiks. Akhirnya, sampai sekarang ini gigi belum diapa-apain. Cuma beberapa hari ini mulai nyeri lagi, gara-gara terakhir makan ayam sampai tulangnya saya gerogoti. Makanya, mau gak mau harus minum si Cataflam lagi.

Soal gigi, memang masalah krusial (ciye bahasanya). Soalnya efek dari si gigi berlubang ini memang harus diatasi ke akar-akarnya. Ini gigi geraham saya sudah mulai rapuh, bahkan sebelah kiri sudah separo tanggal. Saya sih bersyukur, karena dari awal sakit gigi dulu, saya memang pengen dicabut aja si gigi berlubangnya. Tapi kata Pak Mantri di Puskesmas, itu gigi gak elok kalau dicabut. Ya kali masih mikirin elok, saya nahan nyeri sehari aja rasanya setahun.

Apalagi masalah gigi berlubang juga bakal nyambung ke masalah kehamilan. Beberapa artikel yang saya baca, buat program kehamilan, paling gak, gigi kita harus bebas dulu dari masalah sakit gigi ini. Karena nanti si jabang bayi perlu kalsium tinggi buat pembentukan tulang dan giginya, dan gak jarang selain nyedot kalsium dari makanan yang dikonsumsi Ibunya, juga dari tubuh Ibunya sendiri, termasuk gigi. Makanya kan, gak jarang banyak Ibu hamil yang ngeluh sakit gigi, karena kekurangan kalsium.

Saya memang belum menikah, tapi kan siapa tahu besok sudah nikahan (aamiin Allahumma aamiin) :-D. Gak deng, becanda. Intinya, mau menikah hari ini, besok, atau bulan depan, atau bahkan beberapa bulan lagi, saya harus menyiapkan buat kehamilan ini. Harus menyiapkan ini itu segala macam, selain mental, fisik saya terutama, termasuk si gigi-gigi ini. Makanya, selain minum si Cataflam ini tadi, yang buat sementara aja. Buat menghilangkan rasa sakit aja. Saya juga bakal periksa beneran ke dokter gigi. Maunya memang dicabut aja. Karena apa? Karena sakit itu harus dihilangkan, bukan dikurangi :-P.

Sekian. Saya mau pulang dulu, siap-siap buat Malam Penghargaan KPID Award 2016. Media tempat saya bernaung masuk nominasi semua :-D.

Cheers.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s