(Men)Cari – Part 1

Foto di bawah diambil ketika saya ke Balikpapan, awal bulan Mei lalu. Alasan utama yang saya haturkan ke Ibu, karena pengen liburan. Iyalah liburan, kalau bilangnya dinas mah saya bohong :D. Tapi alasan di balik liburan, karena ingin mengembalikan lagi semangat, mencari lagi inspirasi, muse saya yang sudah menguap entah ke dimensi mana. Buat saya, ini sudah dalam tahap darurat. Dimana hasil kerjaan saya mulai banyak dapat kritikan dari atasan, semangat kerja saya mulai turun, hanya terkesan rutinitas. Jauh berbeda ketika awal masuk kerja dulu. Tingkat depresi pun sepertinya mulai meningkat tajam, apalagi sejak Abah meninggal dunia awal Januari lalu, semua urusan jadi harus saya ambil alih.

13244131_10208274403012004_2861937611214486548_o

Before Take Off – Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru

Soal liburan, sebenarnya bulan Februari juga sudah pergi ke luar kota. Bareng sama anak-anak redaksi yang isinya cuma 3 orang. Manfaatin libur panjang dari Sabtu – Senin, perjalanan Banjarmasin – Amuntai – Loksado – Kandangan – Banjarmasin, full jalan-jalan. Cuma ya rasanya pasti beda. Senang-senang memang, cuma rasanya juga perlu waktu untuk diri sendiri.

Bulan Maret, Bapak Redaktur ujug-ujug bilang pengen cuti mau ke Jogja pas libur panjang bulan Mei, kebetulan tanggal 5 Mei libur Kenaikan Isa Al-Masih, dan tanggal 6 Mei libur Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, hari Kamis dan Jumat. Jadi, rencananya si bos ini mau ambil cuti sekalian di hari Sabtu. Kan lumayan, hitung-hitung liburan. Trus ternyata temen saya yang satu divisi juga mau ikut, berhubung mereka berdua sama-sama lelaki (I’m the only woman in this gank, right T_T), ya gampang aja jadinya kalau soal nginap dan lain-lain.

Tiba-tiba si bos nyeletuk, ngajakin ikut. Cuma kalau saya ikut mereka, saya harus balik duluan. Soalnya redaksi gak boleh kosong sama sekali di hari Sabtu itu. Harus ada penanggung jawab buat cek berita yang bakal disiarkan. Kalau berangkat ikut mereka ke Jogja kan nanggung banget ituuuu. Berangkat Kamis, masa saya udah pulang hari Jumat?

Jadilah, akhirnya cek harga-harga di Traveloka.com, cek tiket ke Surabaya, Jakarta, Makkasar, Semarang, sampai Bali. Tiba-tiba mikir gini, ini mau ke luar pulau, daerah yang satu pulau aja belum dijelajahi semua. Langsung mikirnya Balikpapan- Kalimantan Timur, yang memang belum pernah saya datangin. Selain penasaran sama bandaranya (jujur banget ini ya hihi), ke Balikpapan juga gak terlalu banyak makan waktu di perjalanan. 2-3 hari cukuplah buat jalan-jalan.

Cek harga, akhirnya dapat seharga 260-ribuan naik pesawat singa. Trus saya langsung beli di situs? Gak dong ๐Ÿ˜€ situsnya buat perbandingan aja, mesennya teteeeuup di travel mitra kerja kantor. Langsung hubungin mbak Vera, si agen tiket, tanya tiket ke Balikpapan, lumayan, lebih murah 3 ribu rupiah. Biar lebih praktis, langsung pesan tiket untuk pulangnya, dapat harga 214 ribu, naik pesawat adeknya si pesawat singa, masih singa juga juga, cuma pakai baling-baling, penerbangan terakhir jam 6 sore :D.

Pesan tiket buat berangkat dari Banjarmasin jam 7.30 malam hari Rabu, memang sengaja biar habis dari kantor langsung ke bandara. Lumayan kan, jadi pas sudah landing di Balikpapan sampai hotel bisa langsung istirahat, ntar hari Kamis dan Jumat bisa puas liburan. Pulangnya penerbangan terakhir, biar lebih afdol, hihi.

Itu saya mesannya pertengahan bulan Maret loh. Biar lebih murah, plus biar bisa atur budget. Jadi, gaji bulan Maret itu buat bayar tiket, ntar gaji bulan April buat bayar hotel. Strategi saya sih gitu.ย  Ya kalau ngandalin gaji satu bulan, ntar pulang liburan saya bisa jatuh miskin :P.

Issued tiket, done! Tinggal cari penginapan. Buka booking.com, dan dapat beberapa rekomendasi tempat menginap. Dari jenis hotel sampai guest house 3M = Murah, Meriah, dan Meragukan :P. Awalnya sih mau milih guest house dekat bandara, sudah booking. *note: di booking.com bisa booking tanpa harus transfer deposit dan bisa di-cancel paling lambat 2 hari sebelum tanggal check-in.

Tapi, pas liat peta Balikpapan, mau ngukur jarak ceritanya. Jarak antara bandara, hotel, sama tempat-tempat yang mau saya datangi, terutama pantai, ternyata guest house yang saya booking lumayan sih jauhnya dari tempat-tempat tujuan, walaupun dekat bandara. Trus juga, kalau dihitung dari segi keamanan, apalagi buat saya yang wanita pergi sendiri, menginap di guest house yang lokasinya masuk gang, jauh dari pusat kota, kok ya rasanya rawan banget. Alhasil, saya cancel yang di guest house, dan milih hotel di kawasan Sudirman, pusat kota.

Dari beberapa rekomendasi, pilihan saya jatuh ke Whiz Prime Hotel Balikpapan, yang posisinya pas di pinggir jalan Sudirman. Saya ukur di google maps, gak terlalu jauh dari pusat kota dan pantai. Akhirnya saya booking di harga 340 ribu untuk kamar standar single bedded room plus sarapan, yang pas di pojok dengan jendela yang besaaaarrrrr :D.

Memang lebih mahal dibanding guest house, tapi dari segi keamanan, insya Allah lebih aman lah. Nilai plusnya, dapat sarapan dan di tengah kota. Mau ke Plaza Balikpapan atau Balikpapan Super Block, cukup naik angkot 3 menit sampai, mau jalan kaki 10 menitan juga sampai. Kelaparan tengah malam? Kebetulan posisi hotelnya seberangan sama ACE Hardware, nah dibelakang gedungnya itu ada pusat kuliner malam. Bukanya dari malam sampai subuh, harganya lumayan murah lah, menunya juga banyak. Soalnya warungnya juga banyak, ada belasan lah. Tinggal pilih.

Suasana kamarnya? Fasilitas? Keamanan? Di part 2 bakal saya bikin itinerary-nya lengkap ya. Biar gak rancu :D.

-bersambung ke Part 2-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s