Sayang, Aku Pergi

Karena perbedaan yang kita miliki bukan tentang jarak yang masih dapat dipangkas. Bukan tentang rentang masa hidup yang terpaut beberapa tahun. Bukan tentang pilihan pekerjaan yang jauh berbeda. Tapi tentang sesuatu yang tak dapat kita manipulasi, atau bahkan batalkan hanya karena rasa sayang.

Menjadi milikmu selama beberapa tahun belakangan, rasanya sudah mencukupi seluruh kehidupan, juga impian. Aku bahagia, titik. Segala rasa cinta dan sayang, perhatian kecil dan seringkali di luar kebiasaan. Semuanya sempurna. Kecuali satu hal, yang membuat langkah kita tak akan pernah sama. Sampai kapanpun.

IMG20170109125808

Kita tak pernah sadar, apa yang kita miliki mungkin adalah hak orang lain yang lebih berhak. Atau mungkin, kita menyadari namun tak ingin keluar dari dunia kecil yang kita ciptakan sendiri?

Mengapa aku tak pergi dari sisimu? Bahkan setelah semua kenyataan yang disembunyikan, setelah semua hal yang seharusnya jadi pemberat hubungan yang kita jalani selama bertahun-tahun ini. Bukankah seharusnya aku pergi? Atau paling tidak, mengakhiri semua yang pernah kita miliki, bahkan mungkin memintamu memilih?

Ah, aku sadar, siapa aku ini. Aku hanya wanita yang katamu kau cintai, juga sayangi. Salah satu. Karena sebenarnya cinta dan sayangmu sudah diberikan kepada dia yang berhak. Yang seharusnya kulakukan adalah berhenti membersamaimu.

Maki aku yang menjadi pengecut dan memilih untuk menunggumu yang pergi. Membiarkanmu melangkahkan kaki untuk meninggalkan terlebih dahulu. Aku tak pernah memintamu memilih kan? Aku tak pernah ingin apa yang kita miliki menjadi penyebab kehancuran hati-hati lainnya yang sebenarnya milikmu, yang kau bangun dengan susah payah dan berdarah-darah.

Aku tak pernah meminta untuk kau pilih. Aku pun tak ingin dipilih. Semua hal yang akhirnya kita jalani tanpa kepastian, aku pun tak mengapa. Meskipun ego sebagai seorang perempuan yang ingin dicintai secara penuh, ingin mendapatkan kepastian dan juga mendapatkanmu.

Sayang, aku tak pernah meminta hadiah apapun saat ulang tahunku, bukan? Aku tak pernah merengek apapun padamu. Aku berupaya bersikap sedewasa mungkin dan memahami apa yang sedang kita jalani. Kali ini, di tahun ketiga kebersamaan kita, bolehkah aku minta sesuatu yang sangat besar? Anggap saja kado ini rapelan dari tahun-tahun sebelumnya yang tak pernah kuminta.

Permintaanku sederhana, tapi membuatku berderai air mata dan menyesakkan dada setiap ingin mengutarakannya. Sayang, hadiah yang kuinginkan itu, dapatkah kau penuhi? Mudah, sangat mudah. Hanya saja butuh keinginan dan keyakinan kuat untuk melakukannya. Aku yakin kamu dapat melakukannya. Dengan sempurna.

Ikhlaskan kepergianku dari hidupmu. Biarkan langkah kakiku menjauh. Biarkan aku jadi udara yang tak lagi ingin kau hirup. Karena jika terus kubiarkan rasa ini tumbuh dan kaki kita terus berdampingan, berapa lama lagi aku akan bertahan tanpa memaksamu memberikan kepastian? Aku tak ingin jadi orang yang lebih jahat lagi, sungguh.

Semua yang kita jalani adalah kesalahan, bukan? Aku salah menerimamu apa adanya, dengan semua hal yang ada pada dirimu. Kamu salah karena membiarkanku masuk dan meminta cintamu secara perlahan. Kita salah karena membiarkan rasa yang tak seharusnya ada, justru tumbuh dengan kuat dan bertahan bertahun-tahun.

Aku harus pergi, sejauh-jauhnya dari kehidupanmu. Karena membiarkanku tetap di dekatmu, sama saja dengan bunuh diri. Kepergianmu ke luar negeri selama satu tahun terakhir mungkin juga menjadi petunjuk, bahwa memang hal ini sudah tak perlu lagi diteruskan. Bahwa kita memang seharusnya tak saling membersamai. Sehingga ketika tahun ini kamu sudah pulang, tak perlu lagi membagi cinta yang menjadi haknya denganku. Tak perlu lagi ada dusta dan hal-hal lain yang kita sembunyikan.

Aku mencintaimu dan selamat tinggal.

Banjarmasin, 22 April 2017.

*dari cerita seorang pencinta, yang memilih membuang kenangan dan cintanya untuk berhenti menyakiti hati-hati yang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s