Kebelet = Gagal Lari

Beberapa minggu terakhir kondisi kesehatan saya akuin agak kurang terurus, selain kondisi hidung yang memang selalu jadi jawara dalam tiap penurunan kondisi. Makan gak dijaga, apa aja dilahap. Dari bebek goreng, steak, burger, sampai sate juga jadi korban. Ngemil apalagi. Padahal saya termasuk salah satu manusia yang paling jarang ngemil.

Pulang dari dinas di Jakarta, yang disambung dengan dinas ke Marabahan (sekitar 45 kilometer dari Banjarmasin), rupanya bikin nafsu makan meningkat. Bawaannya pengen makaaaaaan terus. Aslij dah ini, semacam omnivora, ketemu ayam goreng, dilahap. Pisang goreng, dihajar.

Akhirnya, semua kelakua saya beberapa minggu ini bikin badan jadi gak enak, cepat lelah. Salah satunya juga karena kurang gerak. Yaaaa, walaupun banyak kegiatan di lapangan, juga gak menjamin saya 100%gerak. Kadang kalau acaranya di ballroom hotel, ya pasti duduk dan dingin. Beda kalau saya liputan upacara apaaaa gitu. Nah, ujung-ujungnya, sampai rumah jadi malas ngapa-ngapain. Ditambah kalau di rumah, Ibu pasti masak buat makan malam yang biasanya jam 9 atau 10 malam baru dimakan. Paginya bangun dengan badan yang gak segar pula, karena tidur jauh malam dan gak nyenyak. Continue reading

Advertisements