#RadioGueMati

Berdasarkan keterangan tertulis dari Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), tagar #radioguemati merupakan bagian dari Radio Day pada hari ini. Momen siaran mendadak mati dan tagar tersebut merupakan upaya untuk kembali memperkenalkan radio sebagai media komunikasi yang masih selalu dekat di hati pendengarnya. – dikutip dari laman detik.com

Tagar ini mewarnai Senin pagi, khususnya di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Kenapa cuma Jakarta? Untuk radio lain di luar Jakarta, saya kurang tahu persis. Tapi yang pasti, untuk radio kami di Banjarmasin, mayoritas tidak ikut mematikan karena disesuaikan dengan instruksi dari kantor pusat.

Terlepas dari ikutan mematikan pemancar radio atau istilahnya off air atau tidak, kami ingin tahu bagaimana respon dari pendengar. Terlebih beberapa tahun terakhir sejak meluasnya era digitalisasi, radio seolah dipandang sebelah mata. Oh iya kalian sudah tahu belum? Banyak loh radio lokal di beberapa daerah (atau hampir di seluruh daerah) terdampak dengan meluasnya pengunaan internet dalam kehidupan sehari-hari. Dari nyari berita, baca majalah, sampai dengar lagu yang biasanya di radio akhirnya menggunakan sarana unduh gratis di beberapa situs. Nah, ditambah lagi dengan munculnya aplikasi dan layanan pemutar musik gratis macam Joox dan Spotify, wuiiih, pamor radio dinilai makin rendah aja. Ini beneran loh. Continue reading

Advertisements