Fatamorgana Sendu

Menulis tentang masa lalu, bukan berarti saya tak bisa beranjak dari kenangan. Jangan dulu menghakimi. Justru dengan menulis, manusia bisa mendapatkan kewarasannya kembali. Jika saya masih terjebak dengan masa lalu, dengan kenangan-kenangan yang beterbangan itu, tulisan ini tak akan pernah ada. Tahun-tahun yang penuh kesuraman itu saya lewati dengan menulis. Di blogspot (yang sudah saya … Continue reading Fatamorgana Sendu

Advertisements

Mencintai Hujan

http://www.youtube.com/watch?v=so6ExplQlaY Hujan kali ini. Aku seolah kembali pada kilas waktu bertahun yang lalu. Saat hati pernah termiliki. Saat harapan masih menggebu dalam diri. Sudah lama rasanya, berdiri menunggu di dekat pintu kedatangan bandara. Kaki tak bisa diam, tak sabar untuk melangkah dan menjemput. Ya, memang suda lama berlalu. Tanpa terasa hati pun ikut membeku seiring … Continue reading Mencintai Hujan

Karena Aku Tak Mau Jadi Apa Adanya

Aku tak mau hanya “apa adanya”. Aku tak mau hanya jadi sebiasa mungkin, just a plain me, tidak. Aku tak mau hanya jadi diriku yang seperti ini jika harus mendampingimu. Aku harus berubah. Aku tak boleh terus begini. Aku ingin jadi lebih pantas berdampingan denganmu. Aku ingin jadi lebih pantas sebagai pasanganmu. Aku ingin jadi lebih pantas sebagai … Continue reading Karena Aku Tak Mau Jadi Apa Adanya

Ya, Mereka Sebut Itu dengan “Sigaraning Nyawa”

“Sigaraning Nyawa” atau disingkat “Garwa” dalam tatanan bahasa Jawa halus merupakan sebutan kehormatan untuk seorang istri. “Sigaraning Nyawa” berarti “belahan jiwa” atau “separuh jiwa”, bermakna bahwa seorang istri merupakan belahan jiwa dari sang suami. Kata “sigaraning nyawa” pertama kali saya baca di salah satu novel tentang kisah cinta nyata sang penulis dengan mendiang suaminya. Mereka melalui perjalanan … Continue reading Ya, Mereka Sebut Itu dengan “Sigaraning Nyawa”