Halaman Tawa

2012. Tahun yang sempat menghilangkan halaman tawa yang pernah saya miliki.

Hari-hari suram yang pernah membuat saya hidup seperti mayat hidup. Hanya sekadar mengikuti ritme hidup. Bangun – kuliah – kerja – pulang – tidur. Sampai berbulan-bulan lamanya. Sampai saya lupa bahwa ternyata hidup saya hanya berada di titik yang sama, tanpa bergerak sama sekali untuk menyambut kenyataan.

Kenyataan bahwa sudah tidak ada lagi yang perlu ditangisi, disesali, diratapi dan diingat lagi. Tapi tetap saja, halaman tawa yang saya miliki saat itu lenyap entah ke dimensi mana.

Saya lupa, bahwa ada orang-orang terdekat yang sangat menyayangi, namun tentunya tidak sepenuhnya memahami prahara yang terjadi. Saya menutup diri berbulan-bulan, juga hati, dari segala kemungkinan untuk jatuh hati lagi. Segala kemungkinan untuk bertemu dengan seseorang dan mencintai lagi.

V60 Wening Galih – Office Coffee Banjarmasin

Gagal menikah mungkin biasa bagi beberapa orang. Jawaban simpel adalah ‘belum jodohnya’. Tapi jika yang terjadi adalah menghilangnya si pria tanpa kabar di tengah persiapan, percayalah, tak semudah itu untuk memahami dan menjalaninya. Continue reading

Advertisements

Tentang Rasa

image

G’Sign Hotel Banjarmasin – 8th floor (dokumentasi pribadi)

Yang kerap tak terjamah kata. Menjumput rasa demi rasa, dari setumpuk kenangan.
Menghitung waktu menuju hari.
Seolah menanti mentari tenggelam, menghilang di balik horizon.

Hati mencoba menuntut haknya. Untuk memiliki. Untuk dimiliki.
Tak mau tahu apa yang menghalangi. Seperti yang mereka ucap, bahwa hati memang kerap egois. Tak ingin kalah tapi mengalahkan.

Lalu bagaimana dengan rasa yang tertahan? Menggambar perih di antara ruang jantung yang berbilik tertutup rusuk.
Bagaimana nasib jiwa yang menunggu dengan menekan rasa agar tak berpaling? Sedangkan Ianya tahu, hati yang ditunggu tak akan pernah kembali. Tak akan pernah berbalik dan menoleh.

Bahwa pergi tak melulu harus datang.
Bahwa rasa seringkali tak berkawan dengan hati.
Juga…
Bahwa ketika kaki memutuskan untuk melangkah pergi, seringkali tak pernah kembali.
Atau memang, karena tak ingin kembali.

– Banjarmasin, 26.02.2016. 01.40 WITA-

xoxo