Always 21 Aloe Vera Soothing Gel : Bruntusan Lenyap!

Punya wajah yang tipe kulitnya kombinasi macam saya, itu gampang banget punya jerawat dan bintik-bintik keringat. Apalagi di bagian dahi, beuuuhhh, istilahnya sekarang tuh, bruntusan. Kecil-kecil dan keliatannya kalau dari dekat, tapi jangan salah, ini salah satu yang ganggu pas lagi dandan. Soalnya si bedak dan pelembab jarang ada yang nempel dengan sempurna. Jadi buat saya yang kerjanya banyak di luar ruangan dan ketemu orang banyak, mesti cari pelembab dan polesan wajah yang bener-bener cocok. Bukan cuma sekedar bagus atau nyatu pas di awal aja, tapi juga efek di beberapa jam setelahnya.

Beberapa saran yang 2-3 minggu terakhir saya dapat, pakai gel Aloe Vera, salah satunya yang merk Nature Republic, kosmetik asal Korea Selatan yang mengklaim produknya 92% mengandung Lidah Buaya. Apalagi buat hilangin bruntusan kecil-kecil di dahi karena keringat, sering panas-panasan, pengaruh hormon dan produk kosmetik yang gak cocok. Di beberapa blog dan vlog banyak yang saranin ini benda. Sayangnya, agak sulit nyari di Banjarmasin, karena belum ada gerai resminya (baru buka di Jakarta doang). Mau beli online juga agak takut, karena banyak yang palsu πŸ˜‘. Apalagi karena wajah agak sensitif, mesti hati-hati juga, siapa tau udah beli satu jar, eh malah gak cocok?

Continue reading

Advertisements

[Review] : Bedak untuk Kulit Kombinasi

Halo, kalian yang kulitnya kombinasi pasti sering bingung (dan pusing) waktu milih kosmetik yang cocok. Salah pilih, malah bisa bikin muka tambah berminyak, atau bahkan muncul jerawat. Apalagi tipe kombinasi ini gak bisa sembarangan pilih kosmetik. Kenapa? Karena ada 2 tipe kulit yang beda dalam 1 wajah. Yes, di bagian pipi dan dagu biasanya lebih kering, dan di bagian TZone, yaitu di bagian dahi hingga hidung (terutama hidung sih, ya), berminyak dan rawan jerawatan.

Trus gimana milihnya? Trust me, saya juga pernah begitu, sampai sekarang malahan 😭. Dari masalah nyari bedak, lipstik (bibir termasuk keriiiing banget), sampai foundation dan pelembab yang cocok, itu susahnya minta ampun. Tapi, karena kali ini kita cuma bakal bahas bedak, bahasannya dipersempit dulu ya πŸ˜‰.

Aslinya, saya gak termasuk beauty enthusiast, karena make-up juga jarang banget, kecuali ada acara-acara tertentu. Dari kecil sampai kerja, cuma pakai bedak bayi (merk apapun), paling banter pakainya pelembab kayak Citra, Garnier, atau Pixy, sebelum pakai bedak bayinya. Yang paling sering dipakai merk Kodomo, Cussons, atau My Baby. Tapiiii, namanya bedak bayi, tentu coverage-nya jauh dibandingkan bedak yang ‘profesional’. Paling banter 1 jam, udah hilang bedaknya, muncul minyaknya. Padahal kegiatan banyak, kan gak lucu kalo di tengah kegiatan harus touch up, bedak bayi pula. Waktu itu cuma tau kulitnya berminyak, udah gitu aja.

Continue reading